Menghitung Jumlah Penduduk Kelompok Umur Tertentu

Data jumlah penduduk yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) biasanya disajikan dalam bentuk kelompok umur lima tahunan. BPS menyajika data jumlah penduduk menurut kelompok umur mulai dari kelompok 0 – 4 tahun, 5 – 9 tahun, sampai dengan 75 tahun atau lebih. Artinya ada 16 kelompok umur.

Di sisi lain, kebutuhan data jumlah penduduk tidak selalu dalam bentuk kelompok umur lima tahunan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Dinas Pendidikan misalnya, membutuhkan jumlah penduduk usia sekolah mulai dari 0 – 3 tahun, 4 – 6 tahun, 7 – 12 tahun, 13 – 15 tahun, 16 – 18 tahun, dan 19 – 24 tahun. Kementerian Pemberdayaan Perempuan atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membutuhkan data jumlah penduduk menurut umur bayi di bawah satu tahun, balita (0 – 4 tahun), remaja (10 – 24 tahun), dan anak (0 – 17 tahun).

Bagaimana mengorvensi data jumlah penduduk menurut kelompok umur lima tahunan menjadi kelompok umur tertentu? Sederhananya, jumlah penduduk menurut kelompok umur lima tahunan diubah dulu menjadi jumlah penduduk menurut umur tunggal. Ikuti postingan berikut yang akan mengupas tuntas metode-metode menghitung umur tunggal dari kelompok umur lima tahunan.

Setidaknya ada lima metode penghitungan umur tunggal. Di buku The Methods and Materials of Demoghraphy 2nd Edition yang dieditori oleh Siegel dan Swan (2004), penghitungan jumlah penduduk menurut umur tunggal dapat menggunakan:

  1. Sparague Formula
  2. Karup – King Formula
  3. Beers Ordinary Formula
  4. Beers Modified Formula
  5. Grabill’s weighted moving average of Sprague coefficientsBeers Ordinary Formula.

BPS menggunakan metode Beers Ordinary Formula untuk menghitung jumlah penduduk menurut umur tunggal. Ada tiga pertimbangan. Pertama, Beers ordinary formula menghasilkan hasil perhitungan jumlah penduduk menurut umur tunggal yang smooth. Kedua, error yang dihasilkan paling kecil daripada empat metode lain. Ketiga, konsistensi dengan metode ini yang telah digunakan di tahun-tahun sebelumnya.

Seperti apa cara kerja Beers Oradinary Formula itu ? Silakan simak di slide Pemanfaatan Data Umur Tunggal berikut.

Untuk formula yang lain, pembaca bisa menyimak worksheet terlampir. Data yang digunakan adalah jumlah penduduk DKI Jakarta menurut kelompok umur pada 2019. Penghitungan umur tunggal menggunakan lima metode di atas. Perhatikan beda masing-masing koefisien setiap metode dan bagaimana proses perhitungannya di file Umur Tunggal up to 75 + Final berikut. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s